SELAMAT DATANG

Terima Kasih dan Selamat Datang di Bung Joss.

Ini adalah media pembelajar. Anda bisa belajar dan sekaligus anda juga bisa mengajar.

Itulah esensi sebuah semangat berbagi yang coba saya kembangkan di blog ini.

Akhirnya, semoga blog ini berarti bagi anda dan saya. Terima kasih.

Salam Joss....

30 November, 2010

SELAYANG PANDANG KELOMPOK DAN DINAMIKA KELOMPOK



 
Tentang Kelompok
Sekarang saya akan menguraikan beberapa hal tentang kelompok. Tetapi ijinkan saya terlebih dahulu sedikit berbagi kesan saya tentang kota Medan, kota dimana saat ini saya berdomisili bersama istri dan anak-anak tercinta. Kesan saya yang membekas sejak pertama kali menjejakkan kaki di kota Medan sampai menetap hingga sekarang dan bahkan menikah dengan orang Medan dari suku Batak, kota ini kaya dengan kelompok/komunitas/organisasi. Segala macam organisasi dengan berbagai latar belakang dan tujuan, bisa anda temukan dikota ini. Mulai dari sekedar “STM” (Serikat Tolong Menolong), sebagai wadah kerjasama sosial antar warga yang tinggal berdekatan dalam acara-acara kemalangan dan perkawinan sampai dengan “Punguan (kumpulan) Marga” dengan skop nasional. Mulai dari organisasi yang berbasiskan cinta kasih sampai dengan organisasi yang akrab dengan kekerasan. Mulai dari “Persatuan Abang Becak Sumatera Utara” sampai dengan kumpulan profesi intelektual tertentu. 

21 November, 2010

MENGUNGKAP BAHASA TUBUH

Keterangan :
VC        = visual constructur
AC        = audio constructur
KC        = kinesthetic constructur
VM        = visual memory
AM        = audio memory
KM        = kinesthetic memory

Tulisan ini merupakan lanjutan dari catatan saya terdahulu yang berjudul     :             "MENCERMATI PERANAN SEORANG FASILITATOR". Pada uraian saya dalam catatan tersebut, dari berbagai pendapat tentang peran fasilitator, tampak ada kesamaan penegasan khususnya tentang bahasa tubuh. Dalam komunikasi dengan orang lain kita menggunakan bahasa verbal dan bahasa non verbal (bahasa tubuh). Yang penting kita cermati, kenyataan menunjukkan bahwa justru bahasa tubuh ini memiliki pengaruh yang jauh lebih besar daripada bahasa verbal (kata-kata). Secara ilmiah hal ini telah diteliti oleh Albert Mehrabian, seorang psikolog dari Amerika, dan hasil penelitiannya menunjukkan peran bahasa non verbal sangat besar dalam komunikasi yaitu sebanyak 93 % yang terdiri dari bahasa tubuh 55 % dan intonasi    38 %, sementara kata- kata (verbal) hanya memiliki pengaruh sebanyak 7 %.   

16 November, 2010

MENCERMATI PERANAN SEORANG FASILITATOR


Berikut saya coba uraikan beberapa catatan saya terkait dengan peranan seorang fasilitator dalam sebuah pelatihan pengembangan SDM, khususnya yang pelatihan dinamika kelompok atau outbound dan sejenisnya. Secara umum keberhasilan sebuah pelatihan bertajuk dinamika kelompok, ditentukan oleh banyak faktor, antara lain persiapan, materi yang disajikan, waktu pelaksanaan, lokasi, situasi dan kondisi lingkungan, sarana dan prasarana, konsumsi, dan yang tidak kalah penting adalah peran seorang fasilitator, yang oleh sebagian orang disebut dengan trainer, instruktur atau pemimpin kegiatan. Saya lebih suka dengan istilah fasilitator, tetapi istilah bukan masalah tentunya. Dibawah ini, saya akan banyak menguraikan peranan seorang fasilitator, yang dihimpun dari berbagai sumber ataupun penulis buku. Kalau anda seorang trainer, perhatikan tugas trainer dan prinsip training seperti dibawah ini.  

12 November, 2010

FENOMENA HYPNOSIS


Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah Sadar


 Secara umum kita mengenal dua jenis pikiran, yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. Hal ini perlu saya uraikan terlebih dahulu, karena dalam hypnosis kita akan banyak bermain atau melakukan penerobosan ke pikiran bawah sadar seseorang. Deikman (dalam Atkinson, 2005) menjelaskan hal ini. Menurutnya terdapat dua jenis kesadaran, yaitu : kesadaran pasif, dimana seseorang bersikap menerima apa yang terjadi pada saat itu dan kesadaran aktif, yang menitikberatkan pada inisiatif dan mencari, atau merencanakan berbagai kemungkinan dimasa depan. Pikiran bergerak melalui kedua jalur kesadaran ini dan di dalam kedua jalur ini pula alur berpikir sangat dekat dengan kesadaran. 

11 November, 2010

CARA SEDERHANA MELATIH KONSENTRASI


Banyak orang mengatakan sulit untuk konsentrasi. Apakah anda termasuk salah seorang yang mengatakan sulit tersebut? Entahlah. Yang jelas dibawah ini adalah beberapa cara sederhana yang dapat digunakan untuk melatih konsentrasi. Boleh dicoba. 
Mulailah dengan mencari tempat yang nyaman dan duduklah dengan rileks.
1.Cara Pertama
a.Pejamkan mata anda dengan lembut.
b.Mulailah berhitung dengan tenang dari 1 sampai 200 (1 – 2 – 3 – 4 – dst).
c.Sebutlah setiap angka setiap anda hembuskan napas, itulah jarak setiap angka.
d.Latihan ini bisa anda lakukan beberapa kali dalam sekali duduk rileks.

08 November, 2010

DÉJÀ VU, PENGALAMAN BARU ATAU PERISTIWA LAMA

Ketika kita merasakaan seolah-olah pernah mengalami atau melihat suatu situasi atau peristiwa, dan sensasi emosi kita cukup intens merasakannya dan kita sungguh tidak dapat mengingat kapan, dimana dan bagaimana pengalaman itu terjadi, sebagaimana yang ditanyakan seorang teman (Mu-adi Cool) di Komunitas Bawah Sadar, dikenal dengan istilah 'deja vu'. Dan menurut para pakar, sekurang-kurangnya 70 % populasi penduduk bumi pernah mengalami fenomena déjà vu. Kata 'deja vu' berasal dari bahasa Perancis yang secara harafiah mengandung makna 'pernah melihat'. Fenomena déjà vu pertama kali ditemukan oleh Emile Boirac. Menurut Kamus Psikologi (J.P. Chaplin), déjà vu adalah ilusi seperti sudah kenal atau sudah akrab ditengah suatu tempat yang sama sekali asing; timbulnya peristiwa ini diyakini orang sebagai akibat adanya isyarat yang sudah dikenali, namun ada didalam sub-ambang kesadaran.
Selanjutnya fenomena ini banyak menarik minat para ahli untuk melakukan penelitian.

BAHAN AJAR BINA SUASANA PELATIHAN GANISPHPL


BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG

Pendidikan dan Pelatihan adalah sebuah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap peserta melalui kegiatan belajar mengajar. Didalam sebuah Pendidikan dan Pelatihan, penyajian materi atau bahan ajar "Bina Suasana Pelatihan" dilakukan pada sesi pertama dengan dengan tujuan menyiapkan atau mengkondisikan peserta supaya siap, aktif dan bersemangat dalam mengikuti Pendidikan dan Pelatihan, mencairkan kebekuan diantara peserta dan mengarahkan peserta untuk dapat mengenal satu sama lain sehingga pada akhirnya dapat bekerjasama dan saling mendukung satu sama lain.