SELAMAT DATANG

Terima Kasih dan Selamat Datang di Bung Joss.

Ini adalah media pembelajar. Anda bisa belajar dan sekaligus anda juga bisa mengajar.

Itulah esensi sebuah semangat berbagi yang coba saya kembangkan di blog ini.

Akhirnya, semoga blog ini berarti bagi anda dan saya. Terima kasih.

Salam Joss....
Tampilkan postingan dengan label bawah sadar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bawah sadar. Tampilkan semua postingan

12 Juni, 2013

GOSIP DAN BAWAH SADAR

Adalah hal yang sangat memprihatinkan ketika pada zaman ini, “gosip” semakin menjadi suatu yang biasa dan akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Banyak sekali gosip terpublikasi begitu saja diberbagai media massa. Bahkan banyak stasiun televisi yang memiliki program khusus menjual gosip dengan berbagai kemasan yang menarik. Lalu kita pun semakin akrab dengan gosip atau bahkan ikut-ikutan menjadi penyebar gosip atau bahkan lebih parah lagi kalau ada diantara kita yang menjadi biang gosip alias sumber dari gosip itu sendiri. Padahal seringkali kita tahu dan sadar bahwa yang namanya gosip pasti jauh dari fakta alias bertolak belakang dengan kebenaran.

Dalam kehidupan ini, memang ada banyak alasan orang untuk menggosipkan sesuatu atau seseorang dan kalau boleh diuraikan secara sederhana, barangkali alasan-alasan tersebut antara lain :
  1. Karena sudah merupakan sifat dasar seseorang;
  2. Sekedar ikut-ikutan;
  3. Balas dendam karena disakiti atau dikecewakan;
  4. Sebagai strategi menjatuhkan orang yang dianggapnya sebagai lawan;
  5. Sebagai strategi mengalihkan perhatian dari masalah pokok;
  6. Sebagai strategi untuk meraih keuntungan materi;
  7. Karena tidak tahu apa-apa.
Jikalau kita sering menggosipkan seseorang entah itu tetangga, teman bermain, teman kerja, kelompok tertentu atau siapapun itu, cobalah kita bertanya, bukan pada rumput yang bergoyang tetapi pada diri sendiri, sesungguhnya dengan alasan apakah hal itu kita lakukan? Sesungguhnya, apapun alasan kita gosip bukanlah sesuatu yang baik. Betapa tidak, gosip seringkali merusak tatanan keharmonisan kehidupan kita, termasuk merusak mindset kita sendiri, yang sadar atau tidak secara perlahan merusak diri kita sendiri. Maka jauhkan diri kita dari kebiasaan menggosip dan hindari situasi atau orang-orang yang suka bergosip. Barangkali kita juga mesti belajar bagaimana menghentikan gosip itu hanya sampai pada diri kita, dengan mencermati kisah dari Christopher Notes berikut :

Suatu hari, seseorang mendekati Sokrates yang bijaksana itu. Ia berbisik,
“Sokrates, dengarkan gosip tentang sahabatmu ini.”
“Tunggu!” Sokrates menjawab dengan cepat, “Sudahkah cerita itu melewati tiga saringan?”
“Apa tiga saringan itu?”
“Ya sobat, tiga saringan. Sekarang coba kita lihat apakah sesuatu yang mau kau beritahukan kepada saya itu bisa melewatinya. Saringan yang pertama adalah ‘kebenaran’.
Apakah kamu yakin bahwa apa yang hendak kau katakan itu merupakan kebenaran?
“Begini” kata orang itu terbata-bata, “Sebenarnya saya mendengarnya dari orang kedua”
“Hmmm”, jawab Sokrates yang bijaksana itu. “Sekarang, kita teruskan, apakah ia bisa lolos saringan yang kedua. Apakah sesuatu yang hendak kau katakan itu ‘baik’?”
“Tidak”, kata orang itu, “Ini justru kebalikannya.”
“Jadi, hati-hatilah dengan itu. Sekarang beritahu saya :
“Apakah itu ‘perlu’ dan ‘penting’ sekali?”
“Tidak”
“Kalau apa yang ingin kau beritahukan kepada saya itu tidak benar, tidak baik dan tidak penting, maka biarkan saja berlalu.”

Teman-teman, hati-hatilah dengan gosip. Betapa tidak, sekali kita mencoba untuk menggosip biasanya ada potensi atau kecenderungan untuk berulang. Dan ketika kita mengulanginya lagi pada kesempatan kedua dan seterusnya (repetisi), maka kita tidak saja menebar virus negatif secara eksternal ke lingkungan kita, tetapi kita juga secara internal sedang membentuk diri kita menjadi biang gosip. Teman-teman pasti sudah tahu, bagaimana orang-orang disekeliling kita akan bersikap terhadap seorang biang gosip. Selanjutnya, disamping dapat belajar dari cerita diatas, coba gunakan juga filter berikut ketika kita sedang mendengar sebuah gosip : apakah gosip itu membahayakan/merusak diri kita secara fisik-psikis, apakah gosip itu masuk akal atau tidak, dan apakah gosip itu bertentangan dengan norma agama/sosial atau moralitas. Yang paling sederhana, hindari orang yang suka gosip, hindari tempat atau suasana penuh gosip, jauhkan diri dari tontonan dan bacaan yang isinya cuma gosip semata, karena semuanya berpotensi mengisi pikiran bawah sadar kita dengan ‘virus-virus berbahaya’. Akhirnya, selamat ‘menggosipkan’ catatan ini, semoga bermanfaat. Salam Joss… (Yoseph Tien)

17 Desember, 2010

PEMANFAATAN BAWAH SADAR UNTUK PUBLIC SPEAKING


Berikut ini catatan saya menjawab pertanyaan ‘apa yang harus saya lakukan ‘ dari seorang Ibu yang memiliki jabatan disebuah instansi pemerintahan tetapi dia mengalami ‘kesulitan’ berbicara didepan umum. Catatan ini diadaptasi dari buku Dr. Muruga, seorang pakar Reprogramming Sub Conscious Mind.

12 November, 2010

FENOMENA HYPNOSIS


Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah Sadar


 Secara umum kita mengenal dua jenis pikiran, yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. Hal ini perlu saya uraikan terlebih dahulu, karena dalam hypnosis kita akan banyak bermain atau melakukan penerobosan ke pikiran bawah sadar seseorang. Deikman (dalam Atkinson, 2005) menjelaskan hal ini. Menurutnya terdapat dua jenis kesadaran, yaitu : kesadaran pasif, dimana seseorang bersikap menerima apa yang terjadi pada saat itu dan kesadaran aktif, yang menitikberatkan pada inisiatif dan mencari, atau merencanakan berbagai kemungkinan dimasa depan. Pikiran bergerak melalui kedua jalur kesadaran ini dan di dalam kedua jalur ini pula alur berpikir sangat dekat dengan kesadaran. 

08 November, 2010

MENGGUNAKAN KEKUATAN PIKIRAN BAWAH SADAR UNTUK MEMILIH PELUANG KERJA



"Selamat ! Anda beruntung telah memilih untuk membaca catatan ini !"
Dalam kehidupan sehari-hari, pada setiap desahan napas dan derap langkah seringkali kita dihadapkan pada banyak pilihan. Sampai-sampai ada orang yang mengatakan bahwa hidup itu sendiri adalah sebuah pilihan. Apapun pilihan hidup kita atau apapun yang kita pilih dari berbagai alternatif pilihan yang berserakan dihadapan kita atau bahkan yang disuguhkan dengan manis dihadapan kita, sejatinya kita berani menentukan pilihan dan berani bertanggung jawab secara dewasa atas setiap konsekuensi dari pilihan itu, termasuk diadalamnya dengan ikhlas menerima resiko terburuk dari setiap pilihan itu, yang kadangkala seperti mengunyah dan menelan empedu, bisa jadi juga pilihan kita menggoreskan sembilu dihati kita, dan tidak jarang pilihan kita berdampak buruk tidak hanya pada kita, tetapi juga pada keluarga maupun lingkungan dimana kita berada. Kalau sekedar berani memilih diantara banyak pilihan, barangkali kita dapat melakukannya dengan gagah. Tetapi justru yang sering kita alami adalah kita bingung dan sulit menentukan pilihan, bisa jadi karena kita belum memiliki cara memilih yang tepat atau bahkan kita belum memiliki cukup informasi tentang pilihan kita. 


TIDUR, MIMPI DAN BAWAH SADAR, APA HUBUNGANNYA ?


Banyak diantara kita yang seringkali penasaran dengan mimpinya sendiri, lalu berusaha kesana dan kemari mencoba mencari apa makna yang terkandung dibalik mimpi. Tetapi ada juga yang bersikap biasa-biasa saja walau sebenarnya dalam tidur malamnya dia telah memimpikan sesuatu yang 'luar biasa'. Ada yang berkomentar, "Akh, apalah artinya sebuah mimpi? Mimpi kan hanyalah sekedar bunga tidur!" Catatan ini tak hendak mengurai makna mimpi, tetapi sekedar mencoba menjawab pertanyaan seorang sahabat (Elida Fitri) di forum diskusi group Komunitas Bawah Sadar, tentang bagaimana sebenarnya mekanisme mimpi, atau secara sederhana bagaimana mimpi itu terjadi saat seseorang sedang tidur serta apakah mimpi itu terjadi karena alam pikir kita yang tak terlampiaskan. Saya bukanlah seorang penafsir mimpi, maka barangkali dalam catatan ini saya hanya sekedar membagi apa yang saya pahami secara scientific tentang tidur, mimpi dan bawah sadar, sejauh proses pembelajaran saya.